Sabtu, 05 April 2014

Penyakit kista dan cara mencegahnya


Penyakit Kista pada wanita

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus oleh selaput sejenis jaringan di organ reproduksi wanita yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berasa cairan kental, dan ada yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, atau pun bahan-bahan lainnya. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relative mudah diangkat dengan cara pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan bagi penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi menjadi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 sampai 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, tapi hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.
Kista dapat mempengaruhi siklus haid perempuan karena system hormonal yang terganggu. Secara alami, hormon akan meregulasi pertumbuhan sel telur di ovarium. Medis belum mampu dengan detail menjelaskan bagaimana siklus hormonal wanita penderita terganggu.
Tapi berbagai penelitian terus dilakukan untuk memecahkan kasus medis ini agar jumlah penderita kista dapat ditekan.
Follicles ialah sejenis kantung-kantung di dalam ovarium yang berisi sel telur. Pada kasus kista, follicles di dalam ovarium hanya berjumlah sedikit. Sel telur di dalam follicles tidak matang, sehingga tidak dapat masuk ke dalam ovarium. Alih-alih, akan membentuk Kristal di dalam ovarium.
Hal inilah yang menyebabkan seorang wanita mandul. Follicles yang tidak matang dan ke tidak mampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi penyebab rendahnya jumlah hormone stimulasi follicle (HSF), melebihi kandungan hormon androgen di dalam ovarium.
Seorang wanita yang di diagnosis menderita kista biasanya ber usia sekitar 20 – 30tahun. Biasanya wanita yang memiliki kista, jika di urut dari silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang mengalami gejala kista serupa.
Selain pada ovarium kista juga bisa tumbuh di vagina dan didaerah vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Kista yang tumbuh didaerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh didaerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Itu merupakan alasan kenapa tumor jinak relative mudah diangkat melalui pembedahan dan tidak terlalu membahayakan kesehatan bagi penderitanya.

Gejalanya bisa berupa cepat kenyang, kembung, dan sering merasa ingin buang air besar, kesulitan BAB, atau nyeri saat berhubungan seksual.
Kista OvariumKarena tidak sering timbul gejala penyakit kista, kista biasanya baru diketahui pada saat  pasien menjalani pemeriksaan  USG, atau pemeriksaan di daerah perut bagian bawah. Pada wanita berusia kurang dari 40 thaun, kista biasanya berupa kista folikuler atau kista korpus luteum yang tidak berbahaya. Kista jenis ini biasanya akan menghilang sendirinya dalam hitungan bulan.  



Namun demikian pula, pada wanita yang menggunakan pil KB, seharusnya tidak akan mengalami kista jenis ini, untuk itu wanita yang meminum pil KB sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk kista yang berbentuk padat atau keras. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya yaitu pemeriksaan darah untuk mencari suatu protein bernama CA-125. Kadar zat ini dapat meningkat bila mana kista diduga ganas, meski pemeriksaan ini tidak selalu akurat dan spesifik untuk keganasan.
Pada kasus kista yang jinak, seharusnya dilakukan observasi dalam beberapa bulan untuk melihat apakah kista sudah menghilang dengan sendirinya. Jika kista tampak padat atau keras, dilakukan pemeriksaan ekstra.
Kista yang berbentuk tumor bisa dikeluarkan melalui tindakan pembedahan terutama jika menimbulkan nyeri berat, tidak menghilang atau mungkin ada kecurigaan keganasan. Setelah dikeluarkan, jaringan kista diperiksa menggunakan mikroskop untuk menentukan jenis kista.
Penyakit Kista dan Miom
Masalah reproduksi pada wanita dapat dikatakan sangat rumit dibanding pria. Mungkin inilah alasan mengapa wanita seringkali menjadi pihak yang disalahkan pada kasus-kasus infertilitas. Meski begitu wanita tidak perlu berkecil hati, karena kebanyakan masalah reproduksi ini bisa diatasi hingga selesai atau tuntas. Dari sejumlah masalah di daerah kewanitaan yang paling sering di takutkan yaitu kista ovarium dan mioma uteri. 
Berikut beberapa fakta mengenai keduanya yang mungkin ingin anda ketahui.

Kista Ovarium
Ovarium atau indung telur ialah sepasang organ reproduksi yang terletak diantara pelvis. Masing-masing ovarium berukuran sebesar kacang almond, terletak di kedua sisi rahim. Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulannya. dan dia juga bekerja untuk menghasilkan hormon kewanitaan, serta mengatur siklus menstuasi dan kehamilan.



Kista ovarium ialah semacam kantung tertutup yang dapat berisi cairan, gas, atau benda padat. Kista dapat terbentuk melalui bermacam-macam proses dan menghasilkan berbagai jenis kista, antara lain
  1. Kista Folikuler adalah jenis yang paling sering terjadi. Kista ini terbentuk di karenakan sel telur  tidak dilepaskan pada saat ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur ke rahim). Jenis kista ini kadang dapat menimbulkan nyeri, tapi kebanyakan tidak menimbulkan gejala dan menghilang sendirinya dalam beberapa bulan.
  2. Kista korpus luteum adalah kista yang terbentuk setelah sel telur dilepaskan dari ovarium. Daerah ovarium yang menghasilkan sel telur kemudian akan berubah berupa jaringan bernama korpus luteum yang akan menghilang jika tidak terjadi kehamilan. Namun pada kasus tertentu, dan dapat terisi dengan cairan atau darah yang menetap di dalam ovarium tanpa menimbulkan gejala.
  3. Kista Dermoid adalah kista yang berisi jaringan tubuh seperti lemak, tulang, gigi, rambut, dll. Kista ini dianggap sebagai tumor jinak yang bisanya menyerang wanita muda.
  4. Kista Coklat atau endometrioma adalah kista yang terbentuk karena adanya jaringan dalam rahim yang terdapat di dalam ovarium. Akibatnya, di saat siklus menstruasi dia akan luruh dan mengeluarkan darah, namun terjebak di dalam ovarium. Ini bisa menyebabkan nyeri dan gangguan kesuburan pada wanita.
  5. Cystadenoma adalah tumor jinak yang berkembang dari jaringan ovarium berisi cairan berlendir. Kista jenis ini dapat membesar dengan berdiameter mencapai lebih dari 12 inc.


    "
    Pada sebagian wanita, kista yang terbentuk dapat berjumlah lebih dari satu. Pada kasus Sindroma polikistik ovarium, kedua ovarium dapat memiliki beberapa kista. Ini disebabkan oleh gangguan hormonal dan merupakan penyebab kemandulan utama pada wanita."

Miom atau mioma uteri
ialah tumor jinak pada dinding rahim. Mioma juga disebut miomamyomtumor otot rahim atau tumor fibroid, karena berasal dari sel jaringan fibro.
jumlah penderita belum diketahui secara akurat pas karena banyak yang tidak merasakan keluhan atau gejala sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun



 Gejala dan tanda-tandanya 
  • Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau di luar masa haid
  • Rasa nyeri di sebabkan tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim
  • Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menyebabkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor
  • Gangguan sulit hamil karena terjadi adanya penekanan pada saluran indung telur
  • pada di sekitar perut dekat rahim berasa kenyal

Metode penanganan 


Bilamana tumor berukuran kecil dan tidak membesar, cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3 s/d 6 bulan sekali, pengecilan tumor sementara dengan obat-obatan GnHr analog, mioma memiliki lapisan kapsul yang tegas, dapat dipisahkan/dikupas dari bagian tumornya. Jika terjadi komplikasi dan muncul perdarahan, perlu diberikan transfusi darah dan obat penghilang rasa nyeri. Tindakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan yang terus menerus.

Cara mencegah kista
Ada kista yang bisa dicegah ada pula yang tidak. Kista yang berasal dari sisa-sisa sel embrional jelas tidak bisa dicegah karena sudah ada sejak lahir. tapi, kemunculan kista jenis lain sebenarnya bisa dicegah, termasuk pada orang yang secara keturunan (herediter) memiliki bakat kista, miom atau adenomiosis. Caranya tidak lain yaitu dengan menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.
  1. Lebih banyak sayur dan buah
  2. Mengatur asupan daging
  3. Makanan ber GI rendah
  4. Minum air putih yang banyak
  5. Tidur teratur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar